Layanan solusi hasil kerjasama Telkom dengan PT Zamrud Technology ini memiliki tiga modul aplikasi yang dibutuhkan oleh stasiun radio. Aplikasi tersebut adalah Radio Automation 2.0 (RICE - Radio Broadcasting Integrated System), Website Radio 2.0 dan Radio Collaboration 2.0.
Digitalisasi radio ini diharapkan bisa memberikan harapan bagi industri radio yang saat ini berada diambang keterpurukan. Karena substansi teknologi @Radio ini adalah memanfaatkan teknologi terkini untuk mendukung semua aspek yang berkaitan dengan radio. Bukan semata-mata menindahkan radio ke internet saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia dalam posisi dilematis. Jadi perlu adanya inovasi dalam industri ini.
"Lihat saja, dari total belanja iklan di Indonesia, jatah radio hanya 1,3 persen dari Rp 48,5 triiyun. Radio paling kecil porsinya dibandingkan dengan media lainnya," katanya di Kantor Pusat Telkom, Jalan Japati No 1, Jumat (12/11/2010) malam.
Layanan @Radio ini, sambung Hemat, memberikan solusi bagi pengelola radio untuk bisa mengagregasikan konten dari website para pengelola radio.
"Bisa masuk ke dalamnya (konten - red) secara otomatis. Sehingga tidak perlu lagi datang ke studio untuk mengatur siaran. Cukup satu orang operator saja. Sehingga yang lain bisa lebih fokus untuk meningkatkan kualitas siaran," paparnya.
Telkom sendiri tidak hanya sebagai penyedia akses broadband tapi juga menyumbang infrastruktur yang dimilikinya untuk mendukung teknologi ini.
"Secara infrastruktur kita sudah siap. Tidak ada penambahan infrastruktur untuk ini. Karena yang ada juga sudah bisa mendukung ini (radio 2.0 - red)," ungkap Indra Utoyo, Direktur IT & Supply PT Telkom kepada detikINET di tempat yang sama.
Indra cukup optimistis @Radio bisa membangkitkan industri radio. Pasalnya dengan aplikasi dan infastruktur yang disiapkan bisa memberikan jawaban atas kebutuhan industri radio saat ini.
"Kebutuhannya ada semua disini. Tinggal pergunakan lalu kembangkan sesuai dengan kreativitas dan inovasi masing-masing radio," tukasnya.
Program @Radio saat ini diharapkan bisa merangkul anggota PRSSNI yang berjumlah 600 radio. Di tahap pertama kerjasama tersebut, Telkom dan PRSSNI membuat pilot project di 20 stasiun radio di wilayah Bandung dan sekitarnya. Targetnya ada 500
radio akan menjadi partner di akhir tahun 2010 ini.
(afz/ash)