Bijak Gunakan Telekomunikasi Ketika Haji

Bijak Gunakan Telekomunikasi Ketika Haji

- detikInet
Senin, 11 Okt 2010 10:55 WIB
Jakarta - Ratusan ribu jamaah haji Indonesia siap melangkah ke Tanah Suci. Meski telah mengusung niat ibadah, para calon haji ini tentu tetap ingin menjaga komunikasinya dengan sanak keluarga. Namun awas, harus pintar-pintar memanfaatkannya.

Menurut Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Heru Sutadi, saat ini beberapa operator telah memberikan layanan yang cukup kompetitif bagi jamaah untuk keep contact dengan Tanah Air.

"BRTI memberikan apresiasi terhadap terobosan para penyelenggara yang memberikan layanan dan tarif khusus bagi penggunanya yang akan berada di Mekah maupun Madinah dalam waktu yang cukup lama," tukasnya.

Pun demikian, lanjut Heru, hendaknya para jamaah yang ingin menggunakan layanan telekomunikasi juga memanfaatkannya secara bijak dan baiknya mendapat informasi yang lengkap terlebih dulu ke operator yang dilangganinya.

Sebab mungkin saja, tidak semua operator memberikan tarif khusus, melainkan tarif reguler roaming. Dimana pengiriman dan penerimaan SMS dikenakan biaya yang cukup tinggi dengan rata-rata sekitar Rp 4. 000 secara normal. Sementara untuk voice, menghubungi dan dihubungi ke dan dari Indonesia juga dikenakan biaya roaming internasional.

"Yang tak ketinggalan untuk diketahui masyarakat adalah penggunaan data dimana jika di Indonesia berlangganan secara harian atau bulanan, maka ketika telepon seluler khususnya smartphone dibawa juga ke Tanah Suci, sistem pentarifannya akan berbeda dengan di Tanah Air," tukas Heru, mewanti-wanti.

Dari pengaduan yang masuk ke BRTI, banyak konsumen yang jamaah haji mempertanyakan tarif datanya yang begitu mahal, walaupun di dalam negeri sudah berlangganan secara harian atau bulanan.

Hal itu terjadi karena pentarifannya menggunakan tarif data internasional sehingga sangat jauh berbeda. Untuk itu, sebelum menggunakan layanan ketika berhaji,  masyarakat perlu menanyakan lebih jauh informasinya ke operator bersangkutan.

"Dan gunakan data secara bijak, sebab di era jejaring sosial seperti sekarang ini terkadang kita lupa dan berlaku seperti di Tanah Air dengan mengganti status, download foto dan sebagainya. Padahal tarif yang dikenakan akan berbeda dan relatif jauh lebih mahal," tegas Heru.

Inilah yang sekiranya harus diingat pengguna. Sebab dengan perilaku yang tidak bijak, bersiaplah menghadapi tagihan yang membludak. Atau jika memungkinkan, gunakan hotspot wi-fi untuk akses internet maupun terkoneksi ke jejaring sosial.
(ash/fyk)