Menurut Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Gatot S. Dewa Broto, ketertarikan Brasil ini sebagai akibat dari cukup gencarnya pemberitaan oleh media massa nasional maupun asing terkait langkah Kominfo dalam filtering dan pemblokiran situs porno sehingga menarik perhatian sejumlah negara.
"Mereka ingin melakukan studi banding dan mengetahui informasi lebih jauh tentang kebijakan yang telah ditempuh oleh Kementerian Kominfo. Negara-negara tersebut adalah Brasil dan beberapa negara Asia tertentu," tukas Gatot.
Β
Tentu saja, lanjutnya, hal ini cukup mengejutkan bagi Kominfo. Sebab meski kebijakan pemblokiran ini belum lama dijalankan namun efeknya sudah sampai mengundang rasa penasaran negara lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Isu ini gaungnya menjadi besar mungkin karena baru ini yang pemblokiran sifatnya secara massif. Dulu kan cuma per case dan by request, Namun kalau ini semuanya kita sapu bersih, meski masih ada yang bolong-bolong. Tapi pemblokiran situs porno tetap akan kita lanjutkan," pungkasnya. (ash/rns)