Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kominfo: Indonesia Belum Bisa Blokir BlackBerry

Kominfo: Indonesia Belum Bisa Blokir BlackBerry


- detikInet

Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan memblokir akses layanan BlackBerry seperti kebijakan yang diterapkan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Sebab, pemblokiran harus dilihat dari tingkat urgensi dan dasar hukum yang kuat.

Penegasan ini disampaikan pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menanggapi keresahan yang berkembang di kalangan pengguna dan pengembang aplikasi BlackBerry.

"Kami perlu meluruskan kesalahpahaman yang berkembang. Tidak benar bahwa kami telah menyatakan akan memblokir BlackBerry," tegas Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto, saat dikonfirmasi detikINET, Kamis (5/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memang pernah meminta RIM (Research in Motion, prinsipal BlackBerry) agar mau membuka akses data dan membangun server-nya di Indonesia. Tapi kami hanya sekadar mengimbau, bukan mengancam untuk langsung blokir," lanjut dia.

Lebih lanjut, Gatot menjelaskan, pemerintah Indonesia tidak bisa sembarang mengeluarkan kebijakan pemblokiran BlackBerry seperti UEA dan Arab Saudi, karena dalam kasus ini tidak ada dasar hukum yang kuat.

"Selain tidak ada dasar hukum yang kuat, kami juga belum melihat urgensinya. Jadi, tidak ada sanksi, meski tidak tertutup kemungkinan jika memang di kemudian hari kami perlu data yang menyangkut urusan keamanan negara," jelasnya.

Atas dasar hukum yang kuat, kata Gatot, Kementerian Kominfo pada 2009 lalu sempat mengancam akan membekukan sertifikat izin impor BlackBerry, karena RIM belum menyediakan service center untuk pelanggan jika terjadi kerusakan handset.

"Itu salah satu contoh bukti konkret bahwa langkah kebijakan yang kami tempuh berlandaskan dasar hukum yang kuat, Peraturan Menteri No. 29/2008 tentang sertifikasi. Sejauh ini, RIM sudah cukup kooperatif," jelas juru bicara Kominfo.

Menteri Kominfo Tifatul Sembiring juga sudah memastikan Indonesia tidak akan ikut memblokir BlackBerry. Pernyataan menteri meluncur lewat akun Twitter sejak ramai diributkan oleh para pengembang aplikasi BlackBerry.

Saat coba dikonfirmasi detikINET, Gregory Wade selaku Managing Director RIM South East Asia, belum bisa memberikan jawaban komentarnya menanggapi kasus ini.



(rou/wsh)





Hide Ads