General Manager Network Operation PT Natrindo Telepon Seluler (Axis), Marc Prolux, mengatakan, aksi pencurian ini tidak hanya terjadi pada Axis, namun mendera seluruh operator.
"Kejadiannya bahkan terjadi setiap hari," keluhnya kapada para wartawan di sela uji jaringan Axis ke Jateng dan Jatim, Jumat (30/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal kami sudah menyiapkan sekuriti dan membayar warga setempat yang tinggal tidak jauh dari BTS itu untuk ikut mengawasi, tapi tetap saja terjadi pencurian," sesal Marc.
Bahkan, menurut Head of Corporate Communications Axis Anita Avianty, para pencuri ini tak cuma bermodal otot namun begitu cerdik. "Kita pasang alarm, tetap saja alarmnya dibuat tidak menyala," tukasnya.
Jika sudah begini, lalu siapa yang rugi? Pertama, jelas Axis menjadi pihak yang paling dirugikan. Tetapi jangan lupa, konsumen juga ikut terkena imbasnya.Β
"Pencurian ini bisa berakibat gangguan jaringan, dan ujung-ujungnya konsumen yang dibuat rugi. Selain itu kita juga jadi terhadang untuk memberikan layanan yang lebih murah lantaran harus mengganti biaya kehilangan ini," lanjut Marc.
Hal ini, lanjut Marc, masih terus didiskusikan dengan rekan-rekan dari operator lain untuk mencari cara menanganinya.
Axis sendiri belum lama ini menjadi korban pencurian di perangkat BTS mereka.
Kejadian itu ironisnya terjadi di Indramayu, yakni jalur yang sering digunakan para pemudik. Tentunya hal ini akan sangat mengganggu ketika musim mudik telah memasuki puncak kepadatannya. (ash/rns)