"Kami berusaha memberikan penawaran yang jujur ke pelanggan. Infrastruktur Flexi dengan lebar bandwidth 5 Mhz tidak optimal menawarkan layanan broadband, jadi lebih baik kami tegas menawarkan narrowband tetapi kualitas mendekati broadband," jelas Executive General Manager Telkom Flexi, Triana Mulyatsa dalam keterangannya, Kamis (1/7/2010).
Dijelaskannya, berkat perubahan gaya hidup berkomunikasi yang mengarah ke akses data maka pasar untuk layanan ini pun terbagi atas produk broadband dan narrowband. Broadband sering diklaim mampu menawarkan kecepatan akses hingga 3,1 Mbps (best effort), sedangkan narrowband mulai dari 156 kbps.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, langkah Flexi memilih pasar narrowband sudah tepat. Sebab, Telkom grup selaku induk usaha, memiliki banyak variasi produk untuk akses data broadband. Misalnya, TelkomselFlash lewat anak usaha Telkomsel, dan broadband Speedy yang dikelola Telkom.
"Flexi memilih narrowband karena jangkauannya seluruh Indonesia. Apalagi kenyataan di lapangan itu pengguna sebenarnya mengakses situs yang tidak memerlukan bandwidth besar. Berkat fokus pada segmen yang dituju, kami mencatat 900 ribu pelanggan pernah mengakses layanan data Flexinet dan 400 ribu menjadi pelanggan tetap," kata Triana.
"Untuk memanjakan pelanggan, kami juga menciptakan inovasi Flexi Cafe plus-plus di empat titik di Jabodetabek. Kami memberikan diskon 20% bagi pengguna yang menunjukkan SMS promo di kafe yang bekerjasama dengan Trendy Bakery, salah satunya di daerah Sabang, Jakarta," tandas bos Flexi di akhir keterangannya.
(rou/rns)