Menurut Direktur Network XL, Dian Siswarini, pihaknya mengeluarkan uang Rp 11.000 per liter solar atau total Rp 120 miliar per tahun untuk keseluruhan biaya bakar BTS tersebut.
"Harga Rp 11.000 per liter sudah termasuk ongkos kirim. Kalau harga solar industrinya sendiri sekitar Rp 7.000-Rp 8.000 tergantung lokasi," jelasnya pada detikINET, Jumat (25/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga memungkinkan XL untuk melakukan proses pemesanan, monitoring dan pembayaran bahan bakar minyak secara lebih cepat, mudah dan dengan harga industri yang lebih pasti," kata Dian.
Sistem pembayaran terpusat interactive-reserve system merupakan sistem pembayaran yang selama ini baru diterapkan oleh Pertamina di industri penerbangan. Adapun untuk implementasi kerjasama ini akan dimulai dengan pilot project di Batam dan Banjarmasin, untuk selanjutnya akan diikuti oleh daerah-daerah lain di seluruh Indonesia.
"Terhitung hingga kuartal pertama 2010, XL telah memiliki 32,6 juta pelanggan seluler yang didukung oleh infrastruktur BTS lebih dari 20 ribu BTS yang tersebar di seluruh pelosok nusantara, mulai dari Sabang hingga Merauke," Dian menandaskan.
(rou/ash)