Menurut Anggota BRTI Heru Sutadi, tujuan dari dipercepatnya penggelaran jaringan Wimax di Indonesia tak lain agar tarif internet bisa lebih terjangkau masyarakat luas.
"Kami inginnya cepat. Makanya, diadakan forum ini untuk melihat kemajuan dan kendala yang dihadapi dalam penggelaran jaringan," ungkap anggota BRTI Heru Sutadi kepada detikINET, Rabu (16/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin mempertemukan kepentingan operator dan pemilik perangkat lokal. Setelah lelang selesai, kami tidak bisa berdiam diri," kata Heru.
Menurutnya, pemerintah punya kewajiban mengantarkan para pemenang lelang untuk bisa berjualan dan memberikan layanan pada masyarakat agar tarif internet bisa kian terjangkau. "Dan tentunya ada kontribusi lokal dalam pengembangan teknologi," lanjut anggota BRTI ini.
Dalam lelang frekuensi BWA 2,3 GHz untuk Wimax Nomadic 802.16d, ada delapan perusahaan yang terpilih menjadi pemenang. Namun sayangnya, tiga di antaranya terpaksa harus melepas lisensinya yang dikantungi karena terkendala kewajiban pembayaran biaya hak penggunaan frekuensi dan upfront fee.
Ketiga perusahaan itu adalah Internux, Konsorsium Wireless Telecom Universal, serta Konsorsium Comtronics Systems dan Adiwarta Perdania. Sementara lima lainnya yang masih mengantungi lisensi adalah Telkom, Indosat Mega Media, First Media, Berca Hardayaperkasa, dan Jasnita Telekomindo.
(rou/wsh)