Menurut GM Network XL Central Region, Robert Dedy Purwanto, langkah ini dilakukan karena selain mendukung program ramah lingkungan juga untuk mengurangi biaya operasional perusahaan.
Selama ini, ungkap dia, sumber pengeluaran terbesar untuk pengoperasian BTS XL adalah dari listrik, dan konsumsi listrik terbesar habis untuk pendingin ruangan (AC), sekitar 40%. Dengan mengganti AC tersebut, maka pemakaian listriknya akan jauh berkurang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan olehnya, fungsi Air Conditioner yang memerlukan daya listrik tinggi ini digantikan oleh Integrated Van System (IVS) yang berdaya listrik jauh lebih rendah sehingga ramah lingkungan dan dapat menghemat persediaan listrik daerah.
Tapi tidak semua tempat bisa diterapkan seperti ini. Pasalnya, sistem perputaran udara tersebut bisa diterapkan di daerah-daerah yang memiliki iklim sejuk atau daerah yang belum padat penduduknya. Sebab, sistem tersebut mengharuskan adanya perputaran udara yang cukup besar untuk menjaga suhu tetap pada kirasan 28 derajat celcius.
"Ya, maksimal 28 derajat celcius. Kalau di daerah pegunungan mungkin bisa sekitar 24 derajat celcius," jelasnya.
Saat ini sudah ada sekitar 60 BTS di Central Region yang telah dihijaukan. Targetnya 25 persen BTS yang tersebar di Central Region kita pakai konsep ini. "Salah satu BTS yang menggunakan konsep ini adalah BTS XL BC74 di Tajuk Getasan. BTS tersebut sudah ada sejak bulan September 2007 dan melayani wilayah ini," pungkasnya.
Β
(afz/rou)