Ericsson menjadi vendor jaringan yang digandeng Indosat untuk proyek yang dikatakan sampai menghabiskan dana ratusan juta dolar tersebut.
"Ini kan proyek jangka panjang, kita lakukan untuk 3 tahun, dan investasinya sampai ratusan juta dolar. Sementara sumber dananya dari mana-mana, seperti vendor financing, pinjaman, obligasi, dan lainnya," papar Presdir dan CEO Indosat Harry Sasongko di gedung Indosat, Jakarta, Jumat (7/5/2010),
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tercakup dalam kesepakatan ini adalah disediakannya berbagai teknologi canggih seperi perangkat radio dengan kemampuan Multi Standard Radio (MSR) yang memungkinkan satu kabinet Radio Base Station untuk memancarkan sinyal multi teknologi (GSM, WCDMA, LTE).
"Kami siap untuk LTE, nantinya tinggal mengupagrade jaringan kami saja," tukas Harry.
Dengan modernisasi jaringan ini diharapkan dapat menghasilkan efisiensi biaya operasional berupa penghematan daya listrik sampai 50%.
"Kami sangat bangga dapat menghadirkan akses internet tercepat DC-HSPA+ 42 Mbps per user sebagai yang pertama di Asia dan kedua di dunia," Harry menandaskan.
Arun menambahkan, modernisasi jaringan ini hanya akan meliputi perangkat jaringan Indosat di Pulau Jawa. Sebab, di pulau lain operator yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Qatar Telecom ini menggunakan vendor lain.
"Ada sekitar 3000 BTS uang di-upgrade, mulai dari Jabotabek dulu baru wilayah Jawa lainnya," pungkas Arun, di tempat yang sama.
(ash/eno)