Keempat perusahaan yang terpilih untuk menggarap 11 zona wilayah dengan total pagu anggaran tahun pertama Rp 370,5 miliar itu adalah Telkom, Jastrindo Dinamika, Sarana Insan Muda Selaras, serta Aplikanusa Lintasarta.
Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian, Gatot S Dewa Broto memastikan, seluruh rangkaian proses tender telah berlangsung obyektif, transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggung-jawabkan secara teknis, administratif, serta aspek legal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 11 zona paket wilayah tersebut, Telkom akan mengerjakan paket 1 (Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara), paket 10 (Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah) dan paket 11 (Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara).
Sedangkan Aplikanusa Lintasarta, anak perusahaan Indosat, akan mengerjakan paket 7 (Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur), paket 8 (Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur), dan paket 9 (Maluku, Maluku Utara, Irian Jaya Barat dan Papua).
Sementara Jastrindo Dinamika memenangkan paket 2 (Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Riau), paket 3 (Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau) dan paket 6 (Jawa Timur).
Sisanya, paket 4 (Jawa Barat dan Banten) dan paket 5 (Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta) akan digarap oleh Sarana Insan Muda Selaras.
Tender 'Desa Pinter' (desa pakai internet) ini semula diminati oleh 25 penyelenggara akses internet. Namun, hanya 19 perusahaan yang lolos prakualifikasi tender.
Peserta kemudian berangsur-angsur tereliminasi hingga menyisakan sembilan dalam pembukaan sampul pertama, dan enam untuk sampul kedua. Dari situ akhirnya terpilih empat perusahaan yang jadi pemenang.
Β
(rou/rou)