Fenomena inilah yang membuat sejumlah operator turut membidik anak-anak sebagai target sasaran bisnisnya. Salah satunya Telkomsel yang semakin getol menggarap pasar anak sekolah.
"Orang tua mana pun pasti akan memenuhi apa yang diinginkan anaknya. Anak bisa mempengaruhi orang tua dalam menentukan sesuatu. Termasuk juga untuk belanja," papar GM Sales & Customer Service Telkomsel Regional Jabar, Tb Daniel Azhari saat berbicang dengan detikINET.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Daniel juga mengungkapkan bahwa ARPU dari segmen anak sekolah terbilang lebih tinggi ketimbang pasar reguler. Di samping itu juga churn rate dari komunitas anak sekolah cenderung lebih kecil.
"Data kami menunjukan ARPU dari Kartu AS yang selama ini kebanyakan adalah untuk komunitas anak sekolah adalah berkisar Rp 30-36 ribu. Jauh jika dibandingkan dengan ARPU pelanggan reguler yang hanya berkisar Rp 28-30 ribu," katanya.
Saat ini jumlah anggota dari Telkomsel School Community Jabar telah mencapai 1,4 juta anggota. "Trennya semakin meningkat. Karena kita kemas program promonya sesuai dengan kebutuhan," jelasnya.
Daniel berkeyakinan pendorang ARPU tinggi di kalangan anak sekolah karena tren akses broadband yang semakin tinggi. Facebook dan chatting menjadi tujuan para pengakses.
"Trennya saat ini akses data. Saya yakin ini yang mendongkrak pertumbuhan ARPU di komunitas anak sekolah. Dari trafik juga terlihat pertumbuhan pengguna
broadband semakin tinggi," tandasnya.
(afz/ash)