Menurut GM Radio Operation and Power System Telkomsel, Iwan Chairul, BTS 'hijau itu tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yakni Sumatera 33 BTS, Jawa 22 BTS, Bali Nusa Tenggara 23 BTS, Kalimantan 18 BTS, Sulawesi Maluku dan Papua 36 BTS.
"Jumlah green BTS kami merupakan yang terbanyak di Asia," ujarnya dalam acara Go Green BTS Telkomsel, di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Kamis (18/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia merinci, untuk setiap BTS 'hijau' tersebut akan memakan investasi sekitar Rp 1,2 miliar. Dana tersebut umumnya untuk baterai, solar panel, dan biaya transportasi.
"Kalau dilihat dari capex (belanja modal) biayanya memang besar, namun jika dilihat dari opex (biaya operasional) untuk penggunaan jangka panjang sangat menguntungkan, waktunya sekitar 20 tahunan," jelas Iwan.
Penggunaan sumber energi alternatif kini menjadi salah satu upaya yang dilakukan operator seluler untuk menjamin ketersediaan power supply yang dibutuhkan untuk mengoperasikan BTS.
Selain solar cell yang bertenaga matahari, Telkomsel juga mengimplementasikan teknologi fuel cell dengan memanfaatkan bahan bakar hidrogen.
"Ke depan, kami akan mengembangkan BTS dengan sumber energi alternatif yang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia, yaitu BTS microhydro yang memanfaatkan aliran sungai dan juga BTS dengan bahan bakar organik bio fuel," pungkas Iwan.
(rou/wsh)