Demikian hasil dari RUPSLB yang berlangsung di Gedung Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (28/1/2010).
Direktur Indosat, Kaizad Bomi Herjee yang sebelumnya merupakan perwakilan dari STT digantikan oleh Wakil dari Qatar Telecom, Laszlo Imre Barta. Barta merupakan warga Bulgaria yang juga Direktur Pemasaran Grameenphone, Bangladesh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Indonesia kini tak lagi mayoritas di Indosat. Pemerintah Indonesia hanya menguasai 14,29% saham Indosat setelah dulu melakukan divestasi.
Sementara Qatar Telecom kini menjadi pemegang saham mayoritas setelah membeli 40,8% saham Indosat yang dimiliki oleh Singapore Technologies Telemedia (STT) pada Juni 2008. Qtel melanjutkannya dengan melakukan tender offer sehingga kini menguasai 65% saham Indosat. Sisa saham Indosat dimiliki oleh publik.
(qom/ash)