"Jepang saja bisa penetrasi sampai 90%. Itu sebabnya kita akan dorong lewat kebijakan supaya Telkom mampu," kata Cahyana Ahmadjayadi, Kepala Balitbang SDM Depkominfo, saat berbincang dengan detikINET di Bandung.
Pria yang sebelumnya menjabat Dirjen Aplikasi dan Telematika ini menilai, sudah saatnya kabel serat optik masuk ke rumah-rumah di Indonesia. Hal ini didasari atas kebutuhan bandwith internet masyarakat yang semakin besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tahu bahwa secara teknologi, kreativitas dalam bentuk konten itu unlimited. Karenanya butuh bandwith besar. Sedangkan teknologi wireless saat ini memiliki keterbatasan dan tidak seandal fiber optic," papar dia, usai peresmian Bandung Techno Park di kampus IT Telkom, Selasa (12/1/2010).
Selaku pembuat kebijakan, Depkominfo kata Cahyana, tidak serta merta membiarkan Telkom sendirian untuk memenuhi kebutuhan FTTH tersebut. Pemerintah akan mendorong serta membantu Telkom sesuai dengan kemampuannya.
"Kita dorong supaya Telkom mampu bangun bukan hanya backhole dan backbone saja, tapi juga FTTH. Mungkin bertahap, Telkom bisa penetrasi pada cluster tertentu. Jepang saja bisa penetrasi sampai 90%," pungkas dia.
Β
(rou/rou)