Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Industri Lokal Sambut WiMax 802.16e

Industri Lokal Sambut WiMax 802.16e


- detikInet

Jakarta - Sejumlah perusahaan lokal menandatangani Piagam Kesiapan Industri Dalam Negeri yang menandai kesiapan produsen peralatan Tanah Air untuk mendukung implementasi WiMax.

Tak tanggung-tanggung, standar peralatan yang ingin mereka dorong adalah WiMax 802.16e yang merupakan standar global.

Seri tersebut merupakan seri yang memiliki teknologi di atas 802.16d yang telah ditetapkan serta sudah diuji pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perbedaan utama dari kedua standar tersebut adalah untuk seri 'd' bersifat nomadic. Artinya dapat digunakan secara mobile, namun terbatas di area cakupan layanannya. Sementara untuk seri 'e' sudah mengusung full mobile broadband.

"Seri 'e' tentu memiliki kemampuan di atas seri 'd'. Keunggulan lainnya adalah interoperabilty yang lebih mudah," ujar Ketua Masyarakat Telematika (Mastel) Setyanto P. Santosa di sela acara yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (10/12/2009).

Ada 8 perusahaan dan 2 asosiasi industri telematika yang ikut tanda tangan dalam event bersama yang digelar Mastel, KADIN, Intel, Id-WiBB, serta WiMax Forum cabang Indonesia itu.

Mereka yaitu Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) dan Asosiasi Piranti Lunak Indonesia (Aspiluki) yang mewakili asosiasi, serta PT Panggung Electric Citrabuana, Olex Cables Indonesia, Gema Teknologi Indonesia, Berca Cakra Teknologi, Xirca Darma Persada, Realta Chakradarma, Jetcoms Netindo, dan LEN Industri Persero.

Month Shakouri, Vice President WiMax Forum menambahkan, Indonesia sangat memerlukan akses broadband. Sebab, saat ini terdapat lebih dari 150 juta pelanggan ponsel di Indonesia namun hanya kurang dari setengah juta yang memiliki akses dengan koneksi broadband.

"WiMax merupakan platform yang paling tepat untuk mewujudkan layanan broadband di pusat-pusat kota maupun pedesaan dalam rangka mencapai target 50 juta pengguna broadband di Indonesia pada 2015," tandasnya.
(ash/faw)







Hide Ads