"Padahal dari RIM, distributor resmi cuma beli impor dengan harga US$ 420 atau sekitar Rp 4 juta," ungkap Sutikno Teguh, bos salah satu distributor ponsel, kepada detikINET, Rabu (2/12/2009).
Distributor resmi itu, lanjut dia, kemudian akan menjual kembali dengan harga sudah termasuk pajak 12,5% di kisaran US$ 460 (sekitar Rp 4,5 juta), saat pitching untuk memasok Onyx kepada operator.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kemudian harga BlackBerry Bold 9700 itu jadi lebih mahal saat dijual operator nanti, menurut dia, karena terlalu banyak mata rantai dalam distribusinya. Apalagi Onyx termasuk produk yang dinanti konsumen.
"Itu yang menyebabkan banyak bermunculannya barang paralel impor. Ada pihak-pihak yang nakal. Masalah ini seharusnya jadi perhatian pemerintah, karena pada akhirnya konsumen juga yang dirugikan," tandas Teguh.
Saat ini ada empat operator yang tengah bersiap memasarkan BlackBerry Onyx, yakni XL, Indosat, Telkomsel, dan Axis. Dibanding operator lainnya, XL memasok paling banyak, 20 ribu unit. Sementara Telkomsel dan Indosat masing-masing 15 ribu unit. Sementara Axis belum ada kabarnya. (rou/faw)