"Kami akan menghentikan seluruh pembangunan copperwire dan menggantikannya dengan jaringan broadband," ucap Direktur Konsumer Telkom I Nyoman G Wiryanata, di gedung Grha Citra Caraka Telkom, Jakarta, Rabu (25/11/2009)
Penghentian pembangunan copperwire tersebut telah dilakukan di seluruh kota besar di Indonesia yang tingkat permintaan akses data internetnya terbilang cukup tinggi. Namun, copperwire masih akan digunakan Telkom sementara waktu hingga pembangunan broadband telah merata di daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan mengganti seluruh akses jaringan dengan broadband tak lain untuk memenuhi kebutuhan Telkom, selain untuk menghantarkan sambungan pembicaraan telepon, juga untuk koneksi paket data yang lebih besar dengan kecepatan lebih tinggi.
"Bahkan untuk koneksi wireless sekalipun masih sulit dukung bandwidth seluas wireline. Itu sebabnya kita pilih membangun fiber optic dan mengurangi copperwire," tandas Nyoman.
Saat ini pelanggan telepon kabel Telkom tak beranjak banyak dari kisaran 8,7 juta pelanggan. Sejak awal tahun, pertumbuhannya hanya tipis di angka 200 ribu pelanggan.
Dengan jumlah pelanggan yang ada saat ini, pendapatan per pelanggan atau average revenue per user (ARPU) juga ikut turun menjadi sekitar Rp 100 ribu. Pendapatan telepon kabel diakui tergerus oleh gaya hidup masyarakat yang lebih memilih menggunakan telepon nirkabel. (rou/faw)