Hal itu diutarakan Alcatel-Lucent (ALU), Senin (23/11/2009), selaku vendor jaringan yang akan menyediakan perangkat uji coba teknologi LTE tersebut.
Terpilihnya ALU dalam uji coba ini merupakan keputusan SingTel.
Seperti kita ketahui, SingTel memiliki 35% saham di Telkomsel. Sebagai bagian dari grupnya, Telkomsel yang belum lama ini menggelar 3G HSPA+, juga akan diajak SingTel untuk uji coba LTE secara bersamaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Telkomsel di Indonesia, SingTel juga memiliki banyak saham di sejumlah perusahaan seperti Optus di Australia, AIS di Thailand, Globe di Filipina,
Bharti Airtel di India, PBTL di Bangladesh, dan Warid di Pakistan.
Jika ditotal, basis pelanggan seluler yang dimiliki SingTel di seluruh operator tersebut mencapai 273 juta, dengan kontribusi terbesar datang dari Telkomsel yang memiliki 80 juta lebih pelanggan di Indonesia.
LTE yang akan diuji coba tahun depan ini merupakan lanjutan dari teknologi pita lebar seluler yang diklaim dapat mengirimkan data dengan potensi kecepatan 100 Mbps untuk downstream dan 10 Mbps untuk upstream dengan latensi yang lebih rendah.
Dalam uji coba ini, ALU akan mengurus solusi end-to-end, jaringan akses radio (eUTRAN), Evolved Packet Core (EPC), elemen-elemen jaringan service routing IP, serta sistem operasi, administrasi dan pemeliharaan (OAM).
Selain itu, ALU juga akan akan memberikan professional services termasuk manajemen proyek, perencanaan, installation & commissioning, integrasi dan
pelaksanaan rencana uji.
"Solusi kami membuktikan kesiapan untuk memenuhi tantangan masa depan akan kebutuhan jaringan yang mengkonsumsi konten lebih kompleks dalam kecepatan yang
lebih cepat," tandas Sean Dolan, head of Activities ALU Asia Pasifik.
(rou/wsh)