Menurut Group Head Submarine and Satellite System Indosat, Prastowo M Wibowo, 12 transponder yang disewa Indosat sejak 2006 diperlukan untuk menunjang kebutuhan internal seperti saluran voice dan celluler backhaul.
"Kapasitas transponder Palapa C2 sempat terbatas, itu sebabnya kita sewa ke perusahaan asing. Namun dengan adanya Palapa D, kita tidak perlu sewa lagi," ujarnya di kantor pusat Indosat, Jakarta, Selasa (17/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Instead jadi opex (biaya operasional), kini jadi capex (belanja modal). Tinggal didepresiasi saja biayanya. Lagi pula, kami juga akan lebih confidence karena punya perangkat sendiri dan bisa dikustomisasi," tandas dia.
Palapa D yang menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur memiliki 24 transponder C-Band, 11 Extended C-Band, dan 5 KU-Band. Sedangkan C2 yang kini direlokasi ke slot orbit 150,5 derajat BT, memiliki 24 transponder C-Band, 6 Extended C-Band, 4 KU-Band.
Indosat sendiri mengalokasikan transponder satelit miliknya untuk kebutuhan backhaul celluler (40%), data dan internet (35%), broadcast (10%), dan sisanya untuk voice dan fixed data access
(rou/faw)