Memang, lebih dari 68% jaringan pelanggan Lintasarta sempat terganggu akibat dari gempa berkekuatan 7,9 skala richter tersebut. Alhasil, perusahaan penyedia jasa internet dan layanan komunikasi data tersebut langsung mendatangkan Tim Tanggap Darurat untuk mengidentifikasi kerusakan infrastruktur komunikasi di kota Padang dan sekitarnya sehari setelah gempa mengguncang.
Tim Tanggap Darurat ini sekaligus melakukan perbaikan dan penanganan kerusakan jaringan pelanggan menggantikan fungsi tim Lintasarta Padang yang masih harus berkonsentrasi untuk menangani sanak keluarga yang terkena dampak gempa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai dengan hari ke 9 pasca gempa, 88% pelanggan Lintasarta di Daerah Sumatera Barat sudah kembali dapat menggunakan jaringan komunikasi datanya.Β Sedangkan sisanya belum dapatΒ ditangani karena umumnya lokasi pelanggan tersebut belum memiliki alternatif lokasi pengganti. Sehingga dapat dikatakan, dari jaringan komunikasi yang bisa dilakukan perbaikan sudah diselesaikan hampir 100%.
Direktur Pengembangan dan Infrastruktur Lintasarta, Yudi Rulanto mengatakan, Lintasarta membentuk Posko yang dikomandani langsung oleh pimpinan Pelayanan Pelanggan Lintasarta di Jakarta.
Hal iniΒ dilakukan karena biasanya dalam kondisi bencana seperti ini, sebagian besar pelanggan Lintasarta umumnya berpusat di Jakarta sehingga untuk penanganannya ditentukan atau dibantu oleh kantor di Jakarta.Β
Sistem di Lintasarta dikatakan memang disiapkan untuk dapat melakukan hal seperti ini. Posko Jakarta mengatur penentuan prioritas penanganan, Posko Operasional langsung ditempatkan di Padang, sedangkan Posko Logistik dipusatkan di Medan sebagai Kantor Wilayah Usaha Barat yang membawahi semua kantor-kantor regional di Sumbagut dan Sumbagsel.
(ash/faw)