Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Operator Jangan Terlalu Umbar Promosi

Operator Jangan Terlalu Umbar Promosi


- detikInet

Bandung - Banyaknya keluhan masyarakat terhadap layanan yang disediakan oleh operator telekomunikasi penyedia layanan internet nirkabel karena operator terlalu mengumbar promosi. Operator jangan mengumbar promosi jika tidak ingin ditinggalkan oleh pelanggannya.

Kecepatan tinggi dengan tarif terjangkau, itu yang selalu dijanjikan oleh operator saat menjajakan layanan akses internetnya ke masyarakat. Namun hal tersebut justru menjadi bumerang bagi operator sendiri. Karena terbukti pelanggan terus dikecewakan.

Sebut saja layanan Telkomsel Flash milik Telkomsel yang saat ini sedang menuai kritik dari pelanggannya. Atau IM2 Broom milik PT Indosat Mega Media (IM2) yang sebelumnya juga menuai protes pelanggannya. Keluhan ini muncul karena apa yang dijanjikan oleh operator tidak sesuai dengan kenyataannya. Operator cenderung hanya memperhatikan kepentingan bisnisnya semata tanpa melihat kepentingan pelanggannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khairul Ummah, Peneliti Spesialis Bisnis Telcomunication, Management System dan IT, Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, mengungkapkan saat ini seluruh operator penyedia Internet, baik GSM maupun CDMA, belum memberikan layanan prima.

"Jika ada yang bisa memberi kecepatan tinggi di awal, layanan biasanya perlahan menurun seiring peningkatan jumlah pelanggan. Sementara yang menonjolkan tarif murah, akhirnya lebih mudah mengecewakan penggunanya. Tidak ada yang bisa memberikan layanan sesuai iklan yakni tarif terjangkau dan kecepatan tinggi secara konsisten," katanya.

Menurut Ummah, situasi itu terjadi karena dua hal. Pertama, alokasi frekuensi milik operator sudah tidak mampu melayani lonjakan permintaan sebagai dampak meledaknya situs jejaring sosial di masyarakat. Serta yang kedua, karena operator seluler kesulitan memprediksi tingkat trafik layanan data yang trennya sangat fluktuatif dan tidak sama dengan tren pertumbuhan layanan percakapan ataupun pesan singkat pendek/SMS.

"Oleh karenanya, demi kepuasan bersama dan kebaikan operator itu sendiri, sebaiknya jangan terlalu memberi janji berlebih dalam promosi. Bila over promise, yakinlah masyarakat akan menghukum dengan caranya sendiri," ujarnya.

Sharing Vision sendiri merekomendasikan operator harus menyeimbangkan peningkatan kapasitas dan jaringan dengan gencarnya promosi yang dilakukan, sehingga akumulasi kekecewaan tidak berlanjut.

"Jangan kecewakan pelanggan. Karena sekarang pelanggan sudah pintar," pungkasnya.

(afz/faw)





Hide Ads