VSAT C-Band milik IM2 Padang dilokasikan di istana Gubernur Jl. Jenderal Sudirman No. 51 Padang yang saat ini berlaku sebagai pusat informasi bencana menyusul runtuhnya jaringan komunikasi akibat gempa.
Berdasarkan keterangan tertulis IM2, jaringan komunikasi darurat itu telah selesai dibangun dan mulai dimanfaatkan sejak Sabtu malam 3 Oktober 2009 pukul 19.01 WIB. Masyarakat dan petugas dapat memanfaatkan akses internet 1 Mbps itu secara gratis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil VSAT milik IM2 telah dilengkapi semua jenis peralatan komunikasi yang diperlukan untuk membangun suatu sistem komunikasi seperti akses internet via satelite dengan teknologi VSAT IP DVB C Band, Router dan Switch untuk kemudahan distribusi internet, genset untuk penyedian listrik secara mandiri, notebook dan LCD TV yang biasanya digunakan untuk teleconference.
Mobil ini kerap diperbantukan untuk membangun komunikasi instan di berbagai situasi darurat maupun kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah, antara lain gempa di Jawa Barat baru-baru lalu, gempa di Bengkulu dan Mentawai tahun 2007, gempa di Pangandaran dan Yogyakarta tahun 2006, dan Tsunami di Aceh .
Pada gempa di Sumatra Barat, IM2 juga menyertakan perangkat 2 unit VSAT Ku-Band. VSAT Ku-Band merupakan perangkat broadband internet yang compact sehingga on site deployment dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. VSAT Ku-Band ini dilengkapi dengan teknologi yang dapatΒ meminimalkan sinyal interferensi yang disebabkan oleh cuaca buruk.Β
"Mobil VSAT Senin siang ini (5/10) akan merapat di pelabuhan Teluk Bayur dan segera akan ditempatkan di Satkorlak Agam dan Satkorlak Pariaman di Kantor Walikota. Namun penempatan ini juga menyesuaikan dengan kebutuhan di lokasi," jelasnya.
Fasilitas internet ini tujuannya digunakan untuk kordinasi antara Satkorlak, tim relawan, dan media yang bertugas. Rencananya tim dan perangkat VSAT IM2 akan disiagakan di Sumbar selama dua minggu sesuai dengan instruksi masa tanggap darurat dari Presiden RI, namun tidak menutup kemungkinan apabila diperpanjang.
"Kami akan terus dukung upaya tanggap bencana Gempa Sumbar melalui kompetensi yang kami miliki," pungkas Indar.
Bencana gempa yang terjadi pada tanggal 30 September menimbulkan dampak yang sangat berat. Data Satkorlak Penanganan Bencana Sumatera Barat mencatat jumlah korban gempa meninggal dunia hingga Sabtu 3 Oktober telah mencapai 548 korban jiwa.
Bahkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa per 3 Oktober menyebutkan setidaknya sejumlah 1.100 jiwaΒ diyakini tewas dan masih masih akan bertambah mengingat banyak yang tertimbun di reruntuhan. Ribuan rumah rusak dan roboh, begitu pula dengan fasilitas umum yang rusak berat seperti halnya jaringan komunikasi.
(rou/faw)