Kalimat itu meluncur keluar dari mulut Syakieb A. Sungkar, Chief Sales Officer Indosat, saat mempersiapkan program pemasaran sekaligus retensi pelanggan yang dikemas dengan nama "Mudah Mudik Indosat 2009".
Operator telekomunikasi dengan jumlah pelanggan seluler terbanyak kedua di tanah air ini, total 28,9 juta pelanggan, menawarkan sejumlah layanan untuk mempermudah pelanggan saat mudik Lebaran tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ketinggalan, Indosat melalui anak perusahaannya, IM2, memberikan akses hotspot internet gratis 512 Kbps sejak tanggal 16 hingga 28 September 2009. Indosat juga menghadirkan layanan nilai tambah lain yang bisa diakses lewat ponsel berupa menu trafik lalu lintas, peta mudik, i-Trace, i-Ring, dan info center 999.
Mengerti Pelanggan
Mengerti apa yang dibutuhkan pelanggan jelas sudah jadi suatu keharusan bagi penyedia jasa seperti Indosat. Dengan kompetensinya sebagai operator telekomunikasi, sudah pasti, kebutuhan pelanggan yang harus dipahami perusahaan ini adalah layanan telekomunikasi yang bisa diandalkan.
Jika diperjelas dan dipertegas lagi, simpelnya, pelanggan Indosat dalam momentum mudik Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri ini bisa tetap menelepon dan ditelepon tanpa harus drop call, SMS tanpa harus pending, dan bisa terus akses internet-an agar tetap update di sepanjang perjalanan.
Sebagai pelanggan, jika ketiga "menu utama" itu bisa dinikmati dengan sempurna, atau setidaknya nyaris, rasanya poin tentang pemahaman kebutuhan pelanggan sudah berhasil dipenuhi Indosat. Jika kemudian pelanggan masih diberi "menu tambahan" plus lewat program mudah mudik ini, jelas itu jadi nilai tambah buat sang operator.
Pemberian poin plus-plus itu sendiri tentu datangnya dari pelanggan Indosat. Mereka yang pada akhirnya menentukan, sejauh mana pendekatan plus yang dilakukan Indosat berhasil memikat hati mereka selaku pelanggan.
Meski momentum Ramadhan dan mudik Lebaran pasti datang setiap tahun, namun kata pepatah tua, kesempatan tidak pernah datang dua kali. Jika tahun ini pelanggan merasa kurang puas dengan "menu utama" mereka, "menu tambahan" pun tak akan berasa nikmat.
Dengan data minutes of usage percakapan suara 199,3 juta menit saat Lebaran, 377,9 juta SMS dengan keberhasilan pengiriman 90% lebih untuk on-net dan lintas operator, serta trafik data 15,7 terabyte dengan keberhasilan koneksi 99%, mudah-mudahan itu pertanda "menu utama" telah dinikmati dengan baik.
Jika benar demikian, rasa-rasanya Indosat tinggal berharap saja "menu tambahan" tadi memang ampuh. Seperti banyak slogan penjaja rumah makan, "Jika tak enak tolong beri tahu kami. Tapi kalau ternyata enak tolong beri tahu kawan."
Β
(rou/rou)