"Setelah kami melakukan pengkajian, akhirnya rencana penjualan menara kami putuskan batal," ungkap Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi kepada detikINET, Senin (14/9/2009).
Dari hasil kajian yang dilakukan secara internal, XL menilai biaya operasional yang akan dikeluarkan untuk menyewa kembali jika jadi menjual menara, bakal jauh lebih tinggi dibanding merawat menara sendiri. "Jika kami masih memiliki menara sendiri, malah bisa kita sewakan lagi kepada operator lain," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hasnul, dari hasil penyewaan menara kepada empat operator tersebut, XL tahun lalu memperoleh dana sebesar US$ 270 juta.
XL sebelumnya berencana menjual seluruh menaranya pada tahun ini untuk membayar sebagian hutang perseroan sekaligus untuk menambah biaya modal. Meski satu calon pemenang sudah dikantongi, namun rencana penjualan terus tertunda karena situasi makro ekonomi yang tidak mendukung. Akhirnya sampai pada suatu putusan, XL batal menjual menaranya.
(rou/ash)