"Wajar saja kalau trafik komunikasi data kami demikian besar. Dari 78 juta pelanggan yang kami miliki, delapan jutanya merupakan pelanggan data aktif. Dan satu juta di
antaranya menggunakan mobile broadband Telkomsel Flash," kata VP Channel Management Telkomsel, Gideon Edie Purnomo, saat peluncuran paket bundling modem di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis malam (27/8/2009).
Pengguna Telkomsel Flash saat ini katanya tumbuh pesat 400% dibanding tahun lalu yang hanya sekitar 200 ribu pelanggan. "Ini semua berkat perkembangan teknologi.
Perangkat jadi semakin murah dan banyak alternatifnya, sementara tarif akses juga kian terjangkau," kata Gideon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersama vendor asal China ini, Telkomsel memasarkan paket USB modem seri E-1750 dan E-1550 yang dibundel dengan layanan mobile broadband Telkomsel Flash. Paket ini menawarkan fasilitas gratis internet 300 megabyte per bulan selama enam bulan.
Untuk bundling Flash dengan modem E-1750 seharga Rp 900 ribu ini, kecepatan download maksimal yang dijanjikan mencapai 7,2 Mbps dan upload 5,76 Mbps. Sementara bundling modem Flash E-1550 seharga Rp 700 ribu, kecepatan download yang ditawarkan cuma 3,6 Mbps.
"Dengan device yang kian banyak alternatifnya, kami menargetkan pelanggan Telkomsel Flash sampai akhir tahun tumbuh dua kali lipat menjadi dua juta pelanggan," tandas Gideon.
Untuk menunjang layanan data, Telkomsel memiliki infrastruktur base transceiver station (BTS) yang jumlahnya mencapai 27 ribu unit. Semua unit tersebut mayoritas
telah menunjang teknologi data GPRS dan EDGE. Sementara untuk 3G dan HSDPA, Telkomsel memiliki hampir 10 ribu unit yang tersebar di lebih dari 150 kota di
Indonesia.
(rou/faw)