XL yang sejatinya merupakan penyelenggara seluler berbasis teknologi GSM, baru saja merilis paket telepon dengan jargon 'Paket XL Harga CDMA' untuk pelanggan prabayarnya.
Paket ini, diakui Direktur Commerce XL Joy Wahyudi dan VP Regional Jabodetabek XL Dedi Siraith, memang sengaja digadang-gadang untuk menunjukan tarif seluler GSM bisa lebih murah dibanding tarif telepon milik operator FWA berbasis CDMA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Joy menjelaskan, perang tarif ini sekaligus untuk meningkatkan okupansi jaringan seluler XL, khususnya di area Jabodetabek. "Kapasitas kita baru terpakai 60%. Masih cukup banyak yang belum optimal," ungkapnya pada detikINET.
Secara nasional, XL memiliki 24,9 juta pelanggan seluler yang dilayani 18.128 unit base transceiver station (BTS), dimana 1840 titik di antaranya Node B 3G. Khusus untuk pelanggan XL di Jabodetabek yang berjumlah 8,19 juta, XL memiliki 5900 unit BTS (980 Node B 3G).
Untuk memaksimalkan kapasitas jaringan yang dimiliki, XL sendiri mengaku belum tertarik untuk mengajukan lisensi FWA. "Kalau sudah bisa kasih tarif murah, buat apa lagi punya lisensi FWA," tandas Joy.
Β
(rou/rou)