Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Dirjen Postel Terisi, Nasib BlackBerry Segera Jelas

Dirjen Postel Terisi, Nasib BlackBerry Segera Jelas


- detikInet

Jakarta - Dengan ditunjuknya Basuki Yusuf Iskandar sebagai pelaksana tugas (Plt) Dirjen Postel, maka nasib dari keabsahan layanan purna jual BlackBerry milik Research in Motion (RIM) bisa segera diputuskan melalui rapat pleno Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

Penyelesaian masalah ini sempat tertunda mengingat posisi Dirjen Postel yang juga sekaligus sebagai Ketua BRTI sempat lowong sejak rotasi besar-besaran pejabat eselon I di Depkominfo, akhir pekan lalu. Basuki yang kini menjabat Sekjen Depkominfo, kembali diberi amanah untuk menyelesaikan tugas kedua posisi penting itu.

"Dengan kembalinya Pak Basuki, maka kami bisa menggelar rapat pleno bersama BRTI minggu ini juga," ujar Kepala Pusat Informasi Depkominfo, Gatot S Dewa Broto, kepada detikINET, Selasa (25/8/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Depkominfo bersama BRTI telah melakukan peninjauan lapangan untuk mengecek BlackBerry Authorized Repair Center milik RIM di Sunter, Jakarta. Namun demikan, regulator masih harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah purna jual ini telah sesuai regulasi dan komitmennya.

"Keputusan ini akan kami ambil secara kolegial dalam rapat pleno nanti," lanjut Gatot.

Sebelumnya, RIM telah menyatakan akan membuka layanan purna jual BlackBerry miliknya secara resmi pada 26 Agustus mendatang. Tempat tersebut akan melayani BlackBerry yang bergaransi dan dijual melalui jalur-jalur resmi RIM di Indonesia, yakni lewat mitra operator.

RIM juga telah menunjuk beberapa BlackBerry Authorized Customer Care Centers di Indonesia yang akan berhubungan langsung dengan para pelanggan dan akan menambah beberapa pusat layanan pelanggan dalam waktu dekat.

Regulator sendiri mendesak RIM agar juga menerima jasa reparasi BlackBerry yang dibeli bukan dari mitra operator saja, mengingat 80% produk yang beredar dibeli dari importir paralel yang dianggap RIM sebagai produk ilegal alias black market (BM).

Dalam hal ini, pemerintah menegaskan ancamannya untuk tidak menerbitkan sertifikasi bagi varian lama dan baru BlackBerry masih berlaku jika RIM dinilai tidak memenuhi aturan tentang purna jual sesuai janji komitmennya.

(rou/wsh)







Hide Ads