Hal ini memang harus segera diputuskan. Sebab, dari 400 ribu pemilik BlackBerry yang berlangganan akses layanan BlackBerry Internet Service (BIS) operator, 80% di antaranya membeli perangkat dari importir paralel. Masalahnya, pelanggan model ini dianggap ilegal alias black market (BM) oleh RIM.
Kabag Humas dan Pusat Informasi Depkominfo Gatot S. Dewa Broto mengatakan, regulator sebenarnya juga telah mendesak perusahaan asal Kanada itu agar tak pilih kasih dalam mengayomi pelanggan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pun demikian, jawaban yang seadanya dari RIM itu dianggap Gatot sudah mengalami kemajuan, jika dibandingkan sebelumnya yang sangat tertutup. "Kalau sekarang, setidaknya mereka akan mempertimbangkan untuk membuka pintu kerja sama," harapnya.
Regulator sendiri tak memberi tenggat waktu untuk menunggu keputusan RIM dalam hal ini. "Namun kalau mereka menolak, hal itu akan menjadi catatan kami," tukas Gatot.
"Hanya saja kalau di ketentuan itu, importir boleh menerima sertifikat cuma afiliasi pelayanan ke mana itu tidak disebutkan. Ini yang harus diperjelas agar tak ada kebingungan publik," pungkasnya.
(ash/fyk)