Kedua konsorsium optimistis layanan broadcast itu bisa segera dikomersialkan jika pemerintah on schedule menerbitkan regulasinya pada November serta lisensi penyelenggaraannya sebulan kemudian, Desember 2009.
"Kami sudah siap selenggarakan mobile TV digital ini pada kuartal pertama 2010 jika sudah dapat lisensi komersial," kata Susilo H Sumarsono, perwakilan Konsorsium Tren Mobile dalam jumpa pers peresmian uji coba lapangan siaran digital bergerak ini di gedung Depkominfo, Jakarta, Senin (3/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kanal ujicoba itu, Konsorsium Tren Mobile bisa menyelenggarakan 10 program siaran seperti TVRI, RCTI, TPI, Global TV, MNC News, CNN, Al Jazeera, Bloomberg, MNC Music, dan MNC Entertainment. Siaran ujicoba ini bisa dinikmati secara gratis oleh pelanggan Indosat yang menggunakan perangkat ponsel dengan kemampuan DVB-H (Digital Video Broadcast-Handheld), semisal Nokia N77.
"Saat komersialisasi nanti program siaran yang kami tawarkan bisa sampai 20 channel dengan biaya berlangganan Rp 50 ribu per bulan," kata Susilo yang menargetkan 300 ribu pelanggan di Jabodetabek saat layanan mulai komersial nanti.
Hal yang sama dikatakan perwakilan Konsorsium Telkom-Telkomsel-Indonusa. "Jika mereka bisa Rp 50 ribu untuk 20 channel, kami bahkan bisa lebih murah lagi," kata Rahadi Arsyad, Presdir Indonusa Telemedia (TelkomVision).
Dalam uji coba ini, konsorsium Telkom akan menyiarkan delapan program siaran, yakni Tech Sport, CNN, Tres TV, Spaceetoon, TV Edukasi, National Geographic, National Adventure, dan MGM Sport. Ujicoba yang satu ini menggunakan ponsel merek Samsung dan receiver merk Quantum.
(rou/faw)