Di saat operator lain yang jadi kompetitornya harus kehilangan banyak pelanggan, anak usaha Telkom ini justru melaju sendirian dengan meraih pelanggan baru dengan jumlah sangat signifikan.
Apa sebenarnya rahasia sukses Telkomsel? Mudah saja. Jadilah operator yang memenuhi semua kebutuhan pokok pengguna jasa seluler.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua itu yang terus dipenuhi Telkomsel. Buktinya, 78 juta orang kini memilih layanan operator ini sebagai nomor selulernya. Percaya atau tidak, jumlahnya tak pernah berkurang atau tetap, namun selalu bertambah.
Wajar jika Telkomsel digunakan banyak orang. Jangkauan sinyal operator ini telah melayani 95% populasi penduduk. Sebelum operator ini menyediakan akses telekomunikasi ke 24.056 desa lewat tender USO yang dimenangkannya, Telkomsel telah lebih dulu memasang 27.800 infrastruktur telekomunikasi yang juga menembus akses hingga pelosok negeri.
Kualitas jaringan yang ditawarkan juga tak main-main. Tingkat kontinuitas dalam sambungan teleponnya merupakan standar dunia, dimana tingkat keterhubungannya mencapai 98,66%. Kenyamanan koneksi juga didukung akses jaringan Dual-Band GSM 900, 1800, plus 3G (WCDMA/HSDPA).
Semua ini jelas tak terlepas dari dukungan manajemen yang andal serta ketersediaan dana yang serius. Setiap tahunnya, Telkomsel hampir tak pernah menurunkan anggaran belanja di bawah US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 17 triliun.
Kemudian dari sisi inovasi produk dan layanan, Telkomsel tak luput menghadirkan layanan yang memenuhi kebutuhan mobile lifestyle. Sebut saja: akses 3G, Telkomsel Flash, mobile banking, mobile wallet T-Cash, BlackBerry Internet Service, iPhone 3G, nada sambung pribadi dan ribuan konten layanan lainnya.
Tak hanya itu, pelanggan yang kesulitan dalam menggunakan layanan juga memiliki sarana penyaluran yang memadai. Telkomsel memiliki 550 ribu pusat layanan berstandar ISO:9001 versi 2000, berupa Call Center, GraPARI, GeraiHALO, KiosHALO, Outlet Dealer, dan M-Kios.
Lalu dari sisi tarif, Telkomsel juga tak bisa dinafikan semakin murah. Meski belum semurah operator lain, namun keempat alasan di atas rasanya bisa menjawab mengapa Telkomsel--yang telah memasuki usianya yang ke-14--tetap diminati banyak orang.
(rou/rou)