Marketing Manager IM2 Arya Hendradi mengakui pihaknya sudah memikirkan dampak dari pengurangan masa tenggang yang sebelumnya 180 hari menjadi 90 hari. Menurutnya, ini risiko yang diambil perusahaan dalam menjalankan strategi pemasaran.
"Pasti ada yang tidak suka dengan kebijakan baru kami, dan kami sadar risiko ditinggal pelanggan tetap ada. Itu risiko terburuk, mau tak mau harus siap," jelasnya di kantor pusat IM2 di Kebagusan, Jakarta, Kamis (23/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IM2 sendiri memiliki 340 ribu pelanggan secara nasional, di mana 300 ribu di antaranya merupakan pelanggan prabayar. Jelas, dampak dari kebijakan pengurangan masa tenggang yang berlaku mulai 1 Agustus 2009 untuk paket Broom Unlimited dan Broom Xtra langsung menuai banyak kritik dari pelanggan prabayarnya.
Sebelum kritik dilayangkan, IM2 sendiri telah terbiasa kehilangan banyak pelanggan. Meski setiap harinya bisa meraih seribu aktivasi pelanggan, namun angka churn rate atau kartu hangus yang diderita IM2 juga terbilang lumayan.Β
Kata Wahyu Tri Adiyasa, Product Development Assistant Manager IM2, churn rate pelanggannya tiap bulan mencapai 2,6%. "Itu artinya kami tiap bulan kehilangan 7000 pelanggan. Namun, di bulan itu juga kami mendapat pelanggan baru sebanyak 31.000," ungkapnya.
IM2 sendiri hingga akhir tahun menargetkan jumlah pelanggannya bisa menyentuh angka 500 ribu. Dengan demikian, perusahaan yang mengantungi lisensi pita lebar di 3,3 GHz dan 2,3 GHz ini hanya perlu mencari 160 ribu pelanggan lagi. Itu pun kalau pelanggan eksistingnya tidak keburu kabur. (rou/faw)