Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Potong Masa Tenggang
IM2 Menyiram Bensin di Atas Bara?
Potong Masa Tenggang

IM2 Menyiram Bensin di Atas Bara?


- detikInet

Jakarta - Kebijakan Indosat Mega Media (IM2) yang bakal mempersingkat masa tenggang produknya dinilai sejumlah pelanggan sebagai langkah keliru. Bahkan ada yang mengganggapnya bak menyiram bensin di atas bara alias memperkeruh suasana.

Salah satunya diutarakan Surya, pelanggan IM2 Broom asal Jakarta. Ia mengatakan, "Harusnya, IM2 sadar dong. Kemarin kan baru saja diprotes gara-gara jaringannya sering bermasalah. Ini malah nantangin dan kaya mau cari masalah baru".

Sindiran Surya sepertinya berkaca pada kejadian beberapa waktu lalu, dimana layanan internet broadband milik anak usaha Indosat itu kerap bermasalah sehingga diserang habis-habisan oleh para penggunanya sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, saking jengkelnya, para pelanggan ingin meluapkan kekecewaan mereka dengan menyeretnya ke ranah hukum lewat jalur Class Action demi meminta pertanggungjawaban sang pemilik layanan.

Pihak IM2 sendiri, kala itu mengakui bahwa telah terjadi masalah pada jaringan 3G mereka. Kapasitas yang ada ternyata sudah tak sanggup lagi menahan laju pemakaian layanan data.

"Kami sudah berupaya menambah kapasitas dengan membangun BTS baru. Namun itu tak banyak membantu, karena masalah sebenarnya ada di pipanya," kata Corporate Secretary IM2, Andri Aslan saat itu.

Beruntung, suara-suara surau tersebut lambat laun bisa diredam sehingga wacana untuk menyeret IM2 ke meja hijau tak lagi bergaung. Namun kini, IM2 kembali muncul dengan strategi yang memancing ketidakpuasan sebagian pelanggannya, yakni terkait pemotongan masa tenggang.

Strategi Marketing

Andri menjelaskan, langkah tersebut hanyalah bagian dari strategi marketing perusahaan. Ujung-ujungnya diharapkan dapat membentuk suatu segmentasi pelanggan dan meningkatkan kualitas pelayanan.

IM2 pun sepertinya tak takut dengan protes dari para pelanggan mereka yang kecewa, sebab itu sudah merupakan konsekuensi yang harus ditanggung perusahaan. "Mungkin awalnya akan seperti itu (diprotes-red.) dan langkah ini juga tidak memberatkan. Jadi ini sebanarnya untuk pelanggan juga karena kualitas layanan akan terus kita perbaiki," kilahnya kepada detikINET, Kamis (23/7/2009).

Selain itu, lanjutnya, meski pelanggan IM2 saat ini didominasi oleh mereka yang mengambil paket prepaid, namun sebagian besarnya juga merupakan pelanggan unlimited. "Jadi kalau dalam sebulan mereka harus bayar Rp 100 ribu maka ketika saatnya tiba mereka tetap harus bayar, tak perlu memikirkan masa tenggang," jelasnya.

Namun lain halnya bagi pelanggan IM2 yang masih mengandalkan voucher isi ulang untuk memperpanjang nafas paket internet broadbandnya. Mungkin, inilah segmen pelanggan IM2 yang paling keberatan dengan kebijakan pemotongan masa tenggang dari 180 menjadi 90 hari tersebut.

Terlebih bagi mereka yang tak terlalu sering alias termasuk ngirit dalam menggunakan akses internet. Tentu tak bisa lama-lama menyimpan jatah kuota bandwidth-nya. (ash/fyk)






Hide Ads