Demikian janji yang dilontarkan pihak RIM kepada pemerintah yang diwakili Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia dalam pertemuan yang digelar Rabu (15/7/2009).
Dikatakan Anggota Komite BRTI Heru Sutadi, memang 8 layanan purna jual yang dijanjikan tersebut tak dibangun berbarengan, melainkan bertahap. "6 service center dibangun pada 26 Agustus, sedangkan pada 15 Oktober tambah 2 lagi," ujarnya kepada detikINET di kantor BRTI, Rabu (15/7/2009). o
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, RIM juga sudah menyanggupi akan membangun service center yang berkualitas seperti di Singapura. Jadi kalau ada BlackBerry yang rusak tak perlu lagi dilarikan ke negeri seberang, namun bisa di-handle di Indonesia.
"Alat-alat perbaikannya juga dibawa ke sini (Indonesia-red.) semua. Cuma kalau sudah terlalu parah rusaknya, baru dibawa ke Kanada," tukasnyaΒ
Pun demikian, apa yang dilontarkan RIM tersebut masih sebatas janji muluk yang belum ada realisasinya. Pemerintah pun mengancam akan membekukan seluruh sertifikasi BlackBerry -- termasuk produk eksisting -- jika sampai 26 Agustus 2009 RIM tak menyelesaikan pembangunan layanan purna jualnya di Indonesia.
Sementara untuk saat ini, seperti diketahui, sertifikasi yang dibekukan hanya untuk produk baru. Alhasil, BlackBerry Tour yang merupakan produk anyar RIM belum bisa masuk ke Indonesia.
(ash/ash)