Nah, untuk mengakomodir pelanggannya, anak usaha Indosat ini sengaja membangun pusat layanan IM2 Broadband Service (IBS) lebih banyak di area tersebut--dibanding wilayah lain di Indonesia.
Dari total 22 gerai IBS yang telah dibangun hingga paruh pertama tahun ini, delapan di antaranya tersebar di penjuru Jabodetabek, yakni: Cilegon, Bogor, Cikarang, Cibubur, Ancol, Kebon Jeruk, Depok dan Cempaka Mas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk bangun satu gedung IBS, investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 50 juta. Sehingga dana yang dibutuhkan untuk 32 gedung service center itu, kira-kira sebanyak Rp 1,6 miliar.
IBS sendiri bisa dideskripsikan sebagai gerai IM2 yang memberikan layanan pusat distribusi, penjualan produk, setting modem hingga koneksi yang dikelola oleh mitra usaha IM2.
Selain IBS, IM2 juga telah membangun IM2 Broadband Center (IBC) di Plaza Semanggi, Jakarta dan Hi-Tech Mall, Surabaya. Gerai tersebut difungsikan sebagai layanan purna jual sekaligus lini pemasaran untuk menggaet pelanggan baru.
Jalur Keluhan
IM2 sendiri beberapa waktu lalu sempat menuai keluhan pelanggan akibat anjloknya kualitas jaringan. Akibatnya, tiap hari call center IM2 bisa menerima panggilan dari 3000-4000 pelanggan.
"Dari jumlah itu, sekitar 800-an pelanggan melakukan komplain. Baik masalah setting, koneksi hingga jaringan," ungkap Customer Service Manager IM2 Nana D Machdi.
IM2 jelas berharap bisa meminimalisir keluhan pelanggan tersebut melalui solusi yang ditawarkan di IBS. Dengan hadirnya gerai itu, penyedia layanan internet ini juga menargetkan bisa menambah 34% jumlah pelanggan hingga akhir tahunΒ menjadi 500 ribu pelanggan.
(rou/rou)