Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
RIM Harus Bangun Pusat Layanan 15 Juli 2009

RIM Harus Bangun Pusat Layanan 15 Juli 2009


- detikInet

Jakarta - Research in Motion (RIM) diberi tenggat waktu hingga 15 Juli 2009 oleh pemerintah untuk membangun pusat layanan di Indonesia. Jika tidak, produsen asal Kanada itu diancam makin sulit memasarkan produknya di negeri ini.

Penegasan itu disampaikan Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar saat menerima kunjungan dari perwakilan RIM (Manager Government Relation RIM Jason Saunderson dan Adviser Legal Cosultant Abadi Sisnadisastra) dan Kedubes Kanada (Atase Kebudayaan Muller), di Gedung Ditjen Postel, Jumat sore ini (3/7/2009).

"RIM belum memutuskan apa-apa dan akan melakukan pembicaraan kembali dalam waktu dekat," jelas Kepala Pusat Informasi Depkominfo, Gatot S Dewa Broto, yang ikut menemani Basuki dalam pertemuan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tenggat waktu pembangunan pusat layanan itu berdasarkan surat edaran yang dikirimkan Ditjen Postel kepada seluruh operator mitra RIM dan para importir, yang ditembuskan kepada Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dan Luar Neger, serta Dirjen Bea Cukai.

"Ditjen Postel akan menghentikan pemberian sertifikasi untuk seluruh perangkat BlackBerry baik yang model baru maupun kiriman tambahan model lama setelah hari kelimabelas bulan ini," jelas Gatot

RIM diminta mendirikan layanan purna jual di Indonesia sehingga piranti yang rusak tidak harus dikirim ke Singapura seperti yang terjadi selama ini.

Seusai pertemuan, delegasi RIM menunjukkan wajah kurang bersahabat. Mereka belum memutuskan apa-apa dan akan melakukan pembicaraan kembali dalam waktu dekat.Β 
(rou/faw)







Hide Ads