Kekuatiran atas kenaikan harga itu disampaikan juru bicara Konsorsium Wimax Indonesia (KWI) Heru Nugroho. Ia takut Telkom dan Indosat menawarkan harga gila-gilaan karena sangat membutuhkan frekuensi.
"Saya dengar isu dua operator itu mau menawar 10 kali lipat dari harga dasar yang sebesar Rp 52,35 miliar. Kalau benar terjadi bisa mundur semuanya," ujarnya di sela seminar TIK Kadin di Hotel Ritz Charlton, Jakarta, Senin (22/6/2009)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kesempatan yang sama, Presiden Direktur Bakrie Telecom Anindya N Bakrie baru mengungkapkan siap menawar satu blok di setiap zona. "Kami menawar satu slot (15MHz). Masalah zona mana yang akan dibidik, belum bisa dibuka karena nanti diintip oleh pesaing," pungkasnya.
(rou/faw)