Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Regulator Didesak Tertibkan Importir BlackBerry

Regulator Didesak Tertibkan Importir BlackBerry


- detikInet

Jakarta - Komunitas pengguna BlackBerry Tanah Air yang tergabung dalam Id-BlackBerry bersuara. Regulator didesak untuk menertibkan importir BlackBerry lantaran beberapa dari mereka ditengarai sarat masalah.

Seperti diketahui, ponsel pintar besutan Research in Motion (RIM) ini masuk ke Indonesia dengan 3 cara. Yaitu melalui operator telekomunikasi partner resmi RIM, importir paralel yang tidak ditunjuk tapi memiliki izin dari Ditjen Postel serta dari tentengan.

Dikatakan Arie Soetedja, owner milis Id-BlackBerry, pihaknya beberapa waktu lalu telah bertemu dengan pihak regulator untuk membahas mengenai sejumlah permasalahan BlackBerry di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun usai pertemuan tersebut, dikatakan Arie, Id-BlackBerry tidak puas dengan sikap regulator yang seakan tutup mata dengan pendistribusian BlackBerry ilegal di Indonesia. "Id-BB sangat kecewa. Kalau mereka menganggap gak ada BlackBerry curian di Indonesia, mereka seakan tutup mata," tegasnya kepada detikINET, Selasa (16/6/2009).

Nah, BB curian inilah yang ditengarai Arie juga terbawa oleh para importir paralel tersebut. Importir perangkat BlackBerry, masih menurut Arie, ada sekitar 35-40 yang beroperasi di Indonesia.

Pemerintah sendiri, dikatakan Kabag Humas dan Pusat Informasi Depkominfo Gatot S. Dewa Broto, tak bisa dengan seenaknya menghentikan izin untuk memasok BlackBerry bagi para importir tersebut. Sebab sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo No.29/PER/KOMINFO/9/2008 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi.

"Lagipula jika kita hentikan dan hanya mengandalkan dari operator nanti bisa mengundang KPPU karena berbau monopoli," tukasnya.

Pun demikian, alasan 'takut dituding monopoli' tersebut ditangapi dingin oleh Arie. Menurutnya, operator yang menjadi mitra resmi dari RIM di Indonesia yang kβ€Œini ada 4 operator (Indosat, Telkomsel, XL, dan Axis) sudah cukup untuk menangkis isu monopoli tersebut.

"Sampai sekarang kita tetap kencang menyuarakan bahwa ada yang salah dengan pemasok (BlackBerry) yang sekarang," pungkas Arie. (ash/faw)





Hide Ads
LIVE