Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Menristek: WiMax Jangan Tunggu Industri Lokal Siap

Menristek: WiMax Jangan Tunggu Industri Lokal Siap


- detikInet

Bandung - Walaupun industri perangkat dalam negeri belum siap benar, namun tender Broadband Wireless Access (BWA) harus tetap segera dilaksanakan. Pasalnya, jika tertunda maka Indonesia akan semakin tertinggal.

Demikian dikatakan oleh Menristek Kusmayanto Kadiman saat berbincang dengan detikINET usai launching software jBatik v 2.0 di Blitz, Paris Van Java, Rabu (27/5/2009). Kusmayanto mengungkapkan pemerintah sangat berupaya agar akses yang bagus dengan harga yang murah bisa segera terlaksana.

Dalam ujicoba perangkat WiMax di Puspitek Serpong pekan lalu, perangkat PT Hariff Daya Tunggal dan PT Teknologi Riset Global (TRG) hanya bisa menjangkau 15 customer premise equipment (CPE) dengan daya jangkau hanya 6 km. Padahal standar internasional minimal 100 perangkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jalan terus. Jangan tunggu industri kita siap," katanya.

Kusmayanto menambahkan, penundaan bisa dilakukan jika ada pernyataan ketidaksiapan dari industri lokal. "Kecuali ada pernyataan dari Hariff dan TRG. Saya bilang dari Kominfo kalau ada komitmen dari pemain lokal untuk lanjut. Ya, jalankan saja. Kenapa tunda-tunda," tegas pria yang minimal sebulan dua kali pulang kampung ke Bandung.

Di kesempatan yang sama, mantan Rektor ITB itu juga ingin meminta maaf kepada PT Hariff Daya Tunggal dan PT Teknologi Riset Global (TRG). Beberapa waktu lalu, Kusmayanto mengatakan bahwa industri lokal belum ada yang siap dalam menyediakan perangkat WiMax pada pita 2,3 Ghz.

"Saya minta maaf sama Hariff dan TRG. Input yang saya dapat rupanya tidak update. Waktu itu saya bilang Hariff dan TRG masih dalam tahap research and development. Tapi rupanya mereka sudah siap," ungkapnya.

Bagi Kusmayanto, perkara WiMax bukan hanya sebatas pada kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi. Tapi pada pembelajaran yang dilakukan oleh masyarakat sehingga bisa meningkatkan taraf hidupnya.

"WiMax kita ingin bukan sekedar kita mampu. Tapi akses karena buat pembelajaran bagi masyarakat sehingga bisa meningkatkan taraf hidupnya," pungkas pria penyuka bonsai menutup obrolan.
(afz/ash)




Hide Ads