SBY, demikian presiden biasa dipanggil, dipinta warga desa terpencil untuk menurunkan tarif telepon dan kemudian menghadirkan akses internet. Hal yang langsung direspon SBY, yang saat itu berada di Senayan City, Jakarta, dengan jawaban: "Ya!"
Di lain tempat, Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar yang ikut serta dalam video conference tersebut di desa Ranupani, Lumajang, Jawa Timur, ikut merespon keinginan warga desa terpencil dengan menjanjikan pelayanan universal service obligation (USO).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Basuki menjelaskan, hanya penyedia jasa internet (PJI/ISP) yang bisa ikut serta dalam tender USO kali ini. ISP, lanjutnya, tak dipatok harus menggunakan teknologi tertentu secara spesifik. "Teknologinya bebas saja."
Pun, mekanisme tender USO internet masih disiapkan. Namun, tender ini masih harus menunggu selesainya pengumuman pemenang dan pagelaran tender USO untuk blok paket 4 dan 5 di area Maluku dan Papua.
"Mekanisme tarif internet untuk pedesaan juga kami kaji. Yang pasti harganya harus di bawah tarif internet kompetitif. Saya rasa, ISP nantinya juga lebih mudah karena sudah ada infrastruktur telepon pedesaan," tandasnya.
USO untuk akses telepon, telah dimenangkan Telkomsel. Operator ini menguasai lima blok USO di area paket 1 (Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara dan Barat), paket 2 (Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Bengkulu), paket 3 (Kalimantan Barat, Tengah, Timur, dan Selatan).
Serta, paket 6 (Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur), dan paket 7 (Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur). Sementara, paket 4 dan 5 tengah direvisi kembali harga pagunya untuk ditender ulang. Basuki
berharap, pertengahan tahun ini sudah bisa menentukan pemenang kedua blok terakhir USO tersebut. (rou/wsh)