Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Btel dan Mobile-8 Tak Ikut Ramaikan Pasar BlackBerry CDMA

Btel dan Mobile-8 Tak Ikut Ramaikan Pasar BlackBerry CDMA


- detikInet

Jakarta - Sebagai operator yang sama-sama mengusung teknologi CDMA, Bakrie Telecom (Btel) mengaku belum tertarik untuk ikut jejak Indosat dan Smart Telecom dalam memasarkan BlackBerry non-GSM. Lain dengan Mobile-8 Telecom yang tak bisa ikutan karena terganjal birokrasi.

Indosat berencana memasarkan BlackBerry CDMA lewat StarOne pada Mei mendatang. Sementara, Smart masih menunggu hasil pembicaraan dengan Research in Motion (RIM) selaku pemilik produk ponsel cerdas asal Kanada tersebut.

"Kami lebih memilih fokus ke komunikasi hemat dengan ponsel murah, tarif suara, SMS dan SLI murah. Jadi belum masuk ke segmen BlackBerry karena ponselnya masih mahal," jelas Erik Meijer, Wakil Dirut Bidang Pemasaran Bakrie Telecom, kepada detikINET.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain faktor harga ponsel yang masih mahal, faktor lainnya ialah masalah kehandalan jaringan. Di Indonesia, infrastruktur jaringan CDMA belum seluas dan sebanyak jaringan berbasis GSM yang sudah tersebar hampir merata ke seluruh pelosok negeri.

Erik berpendapat, kalau handset BlackBerry CDMA beserta paket berlangganan data bisa disubsidi dengan harga pasaran yang jauh lebih murah dibandingkan paket yang ditawarkan GSM, mungkin saja ada calon pelanggan yang tertarik menggunakannya.

Lain dengan Btel, Mobile-8 mengaku tertarik untuk ikut memasarkan BlackBerry. Mengingat pada awalnya, operator milik Hary Tanoe ini kuat dalam hal layanan akses data. Mobile-8 bahkan belum lama ini menggelar jaringan pita lebar berbasis teknologi EVDO di wilayah Jabodetabek.

"Kami sebenarnya sudah lama mengontak RIM. Tapi sayang, birokrasinya sangat ruwet," keluh Merza Fachys, Direktur Layanan Korporat Mobile-8, saat dihubungi detikINET.

Merza tak menjelaskan lebih lanjut bentuk keruwetan birokrasi yang dimaksud. Namun pastinya, RIM sudah melihat Indonesia sebagai pasar yang potensial untuk memasarkan produk andalannya itu. Tahun 2008 lalu, pertumbuhannya mencapai 494%.

Kini pelanggan BlackBerry di Indonesia telah mencapai 220 ribu pelanggan jika menilik data tiga operator seluler GSM yang telah lebih dulu jadi mitra RIM, yakni Indosat, Telkomsel, dan Excelcomindo Pratama (XL). Rata-rata pulsa yang dihabiskan pelanggan (ARPU) untuk berlangganan layanan ini, setiap bulannya bisa mencapai Rp 400 ribu.


(rou/ash)





Hide Ads