"Dana yang biasa kami habiskan untuk membangun hub operational di negara lain mencapai puluhan juta euro," kata Head of NSN Indonesia, Arjun Trivedi usai acara 2nd Indonesian Broadband Summit, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (21/4/2009).
Arjun menjelaskan, operational hub tersebut akan berfungsi seperti gudang pendistribusian produk-produk NSN. Perusahaan yang berpusat di Espoo, Finlandia, ini telah menggandeng 150 perusahaan lokal di Indonesia sebagai subkontraktor untuk perakitan perangkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lulusan Indonesia yang menguasai teknologi telekomunikasi masih rendah, tak sampai ribuan. Bandingkan dengan China yang bisa lebih dari ratusan ribu dalam setahun," jelas pria asal India ini.
Berbicara soal penerapan teknologi, Arjun berpendapat, perkembangan teknologi di Inddonesia terkesan dipaksakan.
Di negara lain, seperti India misalnya, penerapan teknologi bisa bertahan sampai tujuh tahun. Sedangkan di Indonesia, teknologi sudah berganti dalam waktu dua tahun.
"Di Indonesia teknologi itu revolusi bukan evolusi, karena di negara lain perkembangan teknologi di jalankan secara bertahap," tandas Arjun.
(rou/ash)