Harga penjualan tersebut lebih tinggi dibanding target awal penjualan menara yang dipatok pada harga Rp 380,22 miliar yangΒ disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan pada Desember 2008.Β
Dokumen Term Sheet yang mencakup kesepakatan jual beli dan sewa balik antara Bakrie dan Solusi Tunas Pratama telah ditandatangani pada 15 April 2009. Kini prosesnya dilanjutkan dengan penyelesaian dokumen penjualan, yaitu Sales & Purchase Agreement (SPA) dan Master Lease Agreement (MLA).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari total nilai transaksi sebesar Rp 450 miliar, Bakrie Telecom akan mendapatkan dana bersih dari pembeli senilai Rp 390 miliar," jelasnya di Jakarta, Selasa (21/4/2009).
Sedangkan sisanya, lanjut Rakhmat, Rp 60 miliar akan diretensi oleh pembeli sebagai dana cadangan untuk perpanjangan masa sewa tanah atau gedung yang ditempati oleh menara telekomunikasi tersebut menjadi 10 tahun, sesuai periode lease-back atau sewa-kembali menara telekomunikasi tersebut
Dana penjualan menara akan digunakan perseroan untuk belanja modal (capital expenditure) 2008-2010 yang nilai keseluruhannya mencapai US$ 600 juta. Belanja modal tersebut sebagian didapatkan dari right issue senilai Rp 3 triliun yang telah dilakukan pada kuartal pertama 2008. Kemudian 50% terakhir melalui skema vendor financing, kas internal perseroan, serta dari hasil penjualan tower ini.
Β
Keseluruhan pembayaran oleh Solusi Tunas Pratama akan dilaksanakan dalam beberapa tahap, yang akan dimulai pada akhir bulan ini. Selain harga penawaran yang di atas peserta lainnya, Bakrie Telecom juga melihat pada kemampuan dan kredibilitas Solusi Tunas Pratama.
(rou/faw)