Menurut Operation Senior Manager Billing & Collection Telkom Agus Kristiyono, sebelumnya 500 ribu pengguna jasa telekomunikasi di wilayah Divisi Regional II Telkom tersebut dikirimi dokumen penagihan dalam bentuk cetak.
"Nah, sistim pengiriman menggunakan dokumen cetak itu membuat pelanggan dibebani Rp 2000. Namun sekarang dengan adanya sistem surat elektornik tersebut bisa menghemat Rp 1 miliar dalam setahun karena pelanggan tidak dibebani biaya administrasi lagi," jelasnya di Kandatel Jakarta Barat, Rabu (15/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hingga akhir tahun nanti kami targetkan sudah ada 300 ribu pelanggan yang menggunakan sistem informasi melalui surat elektronik tersebut," ungkapnya lebih lanjut.
Ia juga mengharapkan, sistem baru tersebut akan membuat Telkom memiliki informasi yang akurat tentang pelanggannya mengingat data yang ada saat ini masih kacau.
"Data pelanggan Telkom banyak yang belum di-update. Kasihan jika Telkom membuat program promosi pelanggan tetap tidak mendapatkan hadiah karena datanya tidak valid," Agus menandaskan.
(rou/ash)