Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Asing Boleh Ikut Tender BWA Lewat Konsorsium

Asing Boleh Ikut Tender BWA Lewat Konsorsium


- detikInet

Jakarta - Penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi yang mayoritas sahamnya dimiliki asing, kini boleh ikut tender broadband wireless access (BWA) dengan membentuk perusahaan konsorsium.

Hal ini dimungkinkan mengingat Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) tengah merevisi salah satu diktum Kepmenkominfo No.4/2009 tentang kriteria calon peserta seleksi tender BWA.

Kepala Pusat Informasi Depkominfo Gatot S Dewa Broto menjelaskan, tujuan awal perluasan kriteria ini untuk memberi kesempatan dan peluang kepada perusahaan penyelenggara layanan pita lebar nirkabel yang punya modal terbatas, atau sekedar ingin berbagi risiko, untuk bisa ikut serta dalam proses seleksi ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak menutup kemungkinan seandainya ada perkawinan antara perusahaan asing dengan lokal, asalkan keduanya memiliki izin penyelenggara jasa atau jaringan telekomunikasi" ungkapnya kepada detikINET, Senin (13/4/2009).

Dan ketika mereka bergabung membentuk perusahaan baru dan kemudian seandainya menang dan dapat izin prinsip, lanjut Gatot, kepemilikan saham asingnya saat legalitas di Departemen Hukum dan HAM tak boleh melebihi 49%. Hal ini sesuai Presiden (PP) No. 111/2007 tentang daftar negatif investasi (DNI) untuk penyelenggara jaringan tetap lokal.

"Kita tutup mata dengan kepemilikan saham perusahaan asal. Yang kami lihat hanya perusahaan barunya saja dimana end point pas diregistrasi Depkum HAM totally 49 persen," jelas Gatot lebih lanjut.
Β 
Pria jebolan UGM ini juga menegaskan, tak ada tekanan untuk memuluskan langkah asing untuk ikut menikmati bisnis BWA di pita 2,3 GHz karena tetap mengacu pada koridor hukum PP No. 77/20007 dan PP No. 111/20007. "Tidak ada tekanan sama sekali dari pihak manapun."

Indosat sebagai operator yang kini saham mayoritasnya dimiliki asing tentu paling senang mendengar kebijakan ini. Operator ini sebelumnya telah menyatakan berminat untuk ikut tender BWA.

Sementara, Excelcomindo Pratama (XL) yang juga mayoritas asing, sebelumnya mengaku tidak berminat karena mereka lebih memilih untuk mengembangkan jaringan pita lebar bergerak seluler 3G dengan teknologi Long Term Evolution (LTE).

Para penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi asing ini memiliki waktu yang cukup untuk melakukan perjanjian kerjasama dengan perusahaan lokal dan membentuk konsorsium. Sebab, tendernya sendiri baru dibuka pertengahan Juni mendatang sejak pengumuman tendernya dibuka paling cepat 19 April ini.

(rou/rou)





Hide Ads