Sebab, kesuksesan operator dengan menggenjot layanan mobile banking pelanggan mempunyai efek domino dengan melonjak pula average revenue per user (ARPU) mereka. Hal ini pun dianggap mampu menambal penurunan ARPU ketika pengguna layanan suara (voice) yang saat ini masih menjadi primadona melempem.
Menurut hasil penelitian terbaru Frost & Sullivan, pengguna ponsel di dunia saat ini tak bisa dilepaskan dari penggunaan pesan singkat alias SMS. Hal ini pula yang ikut mengorbitkan mobile banking, dengan kemudahan dan biaya yang dinilai tak terlalu mahal, mampu berkembang mengikuti perkembangan zaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya negara-negara yang memiliki kondisi perekonomian dan politik yang stabil saja yang digadang-gadang mampu sukses menangguk keuntungan dari mobile banking. Seperti Chili, Brasil dan Argentina di wilayah Amerika Latin.
"Peningkatan penggunaan ponsel dalam tiga tahun terakhir di Amerika Latin telah menciptakan pasar yang stabil untuk mengembangkan penggunaan aplikasi dan layanan tambahan operator seperti mobile banking," ujar Andres Sciarrotta, analis dari Frost & Sullivan.
Selain itu, operator juga harus giat menjalin kerja sama dengan bank atau lembaga keuangan lainnya agar memudahkan pelanggan ketika ingin bertransaksi.Β Β
Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β
"Operator juga harus membantu lembaga keuangan untuk memahami pasar dan mempercepat partisipasi pengguna," tandas Sciarrotta, dikutip detikINET dari Cellular News, Jumat (27/3/2009). (ash/faw)