Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengungkapkan, peserta tender yang diundang pemerintah nantinya akan ditawarkan untuk memilih blok 1x15 MHz atau 2x15 MHz untuk Wimax nomadic 802.16d.
"Penawaran harganya masih kami susun dalam dokumen tender," ungkap Basuki kepada detikINET, Rabu (18/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tender frekuensi 2,3 GHz itu rencananya dibagi menjadi 15 zona wilayah tender, yakni Sumatera Bagian Utara, Tengah, dan Selatan, Jabodetabek, Jawa Bagian Barat, Tengah, dan Timur.
Kemudian, Bali Nusa Tenggara, Papua, Maluku dan Maluku Utara, Sulawesi Bagian Selatan dan Utara, Kalimantan Bagian Barat dan Timur, serta Kepulauan Riau.
Kepala Pusat Informasi Depkominfo Gatot S Dewa Broto menegaskan tidak ada masalah untuk guardband atau pita pembatas untuk zona-zona wilayah tersebut.
"Kami sudah pastikan secure dan sustainable. Kalau tidak, mana mungkin kami berani membagi menjadi 15 region." tandasnya.
Jika tender ini rampung, dalam waktu dekat masyarakat Indonesia sudah bisa menyicipi Wimax sebagai alternatif baru untuk koneksi internet broadband nirkabel.
Wimax merupakan jaringan internet nirkabel semacam wifi, namun jangkauannya jauh lebih luas karena bisa sampai 50 kilometer. Kecepatan aksesnya juga lebih cepat dibanding 3G karena bisa mencapai 70 Mbps. (rou/rou)