Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
RI-Korsel Jajaki Backbone Internasional

RI-Korsel Jajaki Backbone Internasional


- detikInet

Jakarta - Indonesia menjajaki kemungkinan untuk menarik kabel serat optik langsung dari Korea Selatan untuk jalur backbone internasional.

Hal ini disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh kepada Menteri Ekonomi Korea Selatan Lee Youn-Ho, saat mengadakan pertemuan bilateral di Jakarta, akhir pekan lalu. Pertemuan ini sejatinya membahas kesepakatan kedua belah pihak untuk pengembangan kerjasama di sektor teknologi komunikasi informasi (ICT).

Kepala Pusat Informasi Depkominfo Gatot S Dewa Broto menjelaskan, kemungkinan kerjasama infrastruktur serat optik ini perlu dijajaki sebagai jalur alternatif lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini dilatarbelakangi putusnya backbone serat optik internasional akibat gempa bumi 7,1 skala richter di dekat Taiwan pada akhir Desember 2006 lalu," ujarnya, Selasa (10/3/2009).

Imbasnya, sistem komunikasi kabel laut (SKKL) Southeast Asia-Middle East-Western Europa (SMW3) dan Asia Pasifik Cable Network (APCN) rusak parah. Kejadian ini membuat Indonesia dan negara lain di Asia sempat panik untuk beberapa waktu.

Gempa bumi tersebut tidak hanya berakibat pada terganggunya komunikasi suara, tetapi juga komunikasi data khususnya internet serta pada transaksi pasar finansial, seperti terganggunya keterhubungan jalur trafik Internet via Singapore Telecom Internet Exchange (STIX) yang menghubungkan Indonesia-Singapura-Hong Kong hingga Jepang, Korea dan Taiwan yang menuju Amerika Serikat.

Pasca musibah Taiwan tersebut telah mendorong Pemerintah Indonesia untuk mem-back up kontinuitas layanan telekomunikasi melalui satelit dan mencari alternatif sambungan backbone internasional lainnya yang bisa langsung tergubung ke Tier 1. Juga seperti pembukaan keterhubungan antara Indonesia dengan Australia yang sedang dibangun saat ini.

"Bukti konkret ini telah dipersyaratkan kepada pemenang lelang sambungan langsung internasional (SLI)," ujar Gatot.

Pemenang SLI wajib menyediakan koneksi ke jaringan backbone internet Tier-1 (IP Backbone) pada lima tahun pertama, yakni Batam-Singapura dengan jarak 40 Km dengan tingkat keterhubungan ke Tier-1 Level, Singapura-Amerika Serikat dengan jarak 17480 Km dengan tingkat keterhubungan ke Tier-1 Level 2, Singapura-Hongkong dengan jarak 3180 Km dengan tingkat keterhubungan ke Tier-1 Level 2, dan Hongkong-Amerika Serikat dengan jarak 15500 Km dengan tingkat keterhubungan ke Tier-1 Level 3.

(rou/faw)





Hide Ads