"Itu artinya ngawur kalau masih berbenturan," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh, di gedung Depkominfo, Jakarta.
Menurutnya, seluruh frekuensi 100 MHz yang bisa digunakan untuk menyelenggarakan teknologi Wimax, sudah bersih dari interferensi frekuensi TV berbayar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun semua bisa dievaluasi karena frekuensi yang diberikan bukan untuk seumur hidup. Bagi siapapun yang tidak optimal menggunakan frekuensi harus dikembalikan kepada negara," ujarnya.
Menurutnya, MCI yang telah mengantungi lisensi frekuensi tersebut sejak tiga tahun lalu, akan dievaluasi lagi setelah lima tahun menyelenggarakan layanan. "2011 nanti akan kita evaluasi lagi apakah perlu dicabut," kata Nuh.
Besarnya kepemilikan lisensi frekuensi yang dikantungi MCI, dinilai banyak kalangan tidak optimal karena cuma bisa melayani ratusan ribu pelanggan. Padahal, frekuensi selebar itu jika dialokasikan untuk layanan lain semisal Wimax bisa untuk jutaan pelanggan. (rou/faw)