Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Wimax Tak Terbentur TV Berbayar

Wimax Tak Terbentur TV Berbayar


- detikInet

Jakarta - Frekuensi broadband wireless access (BWA) yang akan ditender pemerintah, khususnya di rentang 2,5 GHz yang saat ini ditempati frekuensi untuk layanan TV berbayar, dianggap tidak akan berbenturan.

"Itu artinya ngawur kalau masih berbenturan," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh, di gedung Depkominfo, Jakarta.

Menurutnya, seluruh frekuensi 100 MHz yang bisa digunakan untuk menyelenggarakan teknologi Wimax, sudah bersih dari interferensi frekuensi TV berbayar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menyikapi penguasaan kanal frekuensi 25 MHz yang dikuasai Media Citra Indostar (MCI), selaku penyelenggara TV berbayar Indovision, Nuh mengaku menghormati kepemilikan lisensinya hingga masa sewa frekuensi berakhir.

"Namun semua bisa dievaluasi karena frekuensi yang diberikan bukan untuk seumur hidup. Bagi siapapun yang tidak optimal menggunakan frekuensi harus dikembalikan kepada negara," ujarnya.

Menurutnya, MCI yang telah mengantungi lisensi frekuensi tersebut sejak tiga tahun lalu, akan dievaluasi lagi setelah lima tahun menyelenggarakan layanan. "2011 nanti akan kita evaluasi lagi apakah perlu dicabut," kata Nuh.

Besarnya kepemilikan lisensi frekuensi yang dikantungi MCI, dinilai banyak kalangan tidak optimal karena cuma bisa melayani ratusan ribu pelanggan. Padahal, frekuensi selebar itu jika dialokasikan untuk layanan lain semisal Wimax bisa untuk jutaan pelanggan. (rou/faw)




Hide Ads