Broadband IM2 Harus Segera Berbenah!

Broadband IM2 Harus Segera Berbenah!

- detikInet
Selasa, 24 Feb 2009 12:23 WIB
Jakarta - Indosat boleh saja punya 300 ribu pelanggan mobile broadband lewat IM2. Namun, buruknya performa layanan, bisa saja membuat pelanggan kabur. Jadi, segeralah berbenah!

Dari ratusan email dan pesan singkat yang masuk ke redaksi@detikinet.com tentang permasalahan akses internet 3G, hampir semuanya mengeluhkan buruknya jaringan layanan 3G punya Indosat.

Mulai dari keluhan standard sampai ajakan untuk class action, disampaikan secara gamblang oleh pelanggan IM2 yang kadung kecewa. Lantas, apa saja poin penting yang harus segera dibenahi Indosat agar kemarahan pelanggan tidak semakin larut? Mungkin Indosat bisa mempelajari poin-poin di bawah ini:
  • Layanan akses internet broadband IM2 yang mengecewakan. Mayoritas email yang masuk mengeluhkan akses internet yang buruk, sering terputus. Di awal pemakaian lancar, tapi kemudian memburuk.
  • Untuk membuka halaman-halaman simple membutuhkan waktu lama. Bahkan terkadang tidak bisa melakukan network connection, terutama pada jam 19.00-24.00, koneksi lumayan bagus hanya waktu dini hari.
  • Iklan atau promosi yang menyesatkan dan kuota tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Pelanggan modem gratis mengeluhkan promosi yang tidak sesuai kenyataan, yakni bandwith yang seharusnya 3.2 mbps ternyata maksimum hanya memperoleh 1,7 mbps
  • (fluktuatif). Malah saat peak time, koneksi bandwith cuma bisa 10 kbps.
  • Untuk bisa sekedar akses pun sudah bagus karena seringkali disconnected dan request time out (RTO) saat dicoba untuk ping koneksi.
  • Layanan customer care (021-7854-6900) yang sangat sulit dihubungi. Berjam-jam dihubungi tidak tersambung.
  • Layanan acuh tak acuh dari customer care. Pelanggan berkali-kali mengirim email keluhan tidak ditanggapi.
  • Jawaban klasik dari customer care yang tidak menyelesaikan masalah. Misalnya sedang ada upgrade jaringan, cuaca jelek sehingga berpengaruh pada koneksi internet.
  • Layanan jaringan buruk tapi tagihan bulanan terus berjalan. Situasi ini menggiring pelanggan untuk berpikir bahwa Indosat hanya menjebak pelanggan baru dengan promosi yang gencar. Memberikan layanan prima di awal masa langganan, kemudian menelantarkan pelanggan lama.
  • Kontrak yang mengikat. Pelanggan yang kecewa dengan kualitas layanan Indosat tidak bisa beralih ke provider lain karena terlanjur terikat kontrak dengan Indosat.
  • Billing yang tidak dikirimkan, account di-suspend begitu saja tanpa pemberitahuan.
  • Proses aktivasi kartu Indosat yang lelet, memakan waktu hampir dua bulan, dengan dalih sedang ada migrasi sistem.
redaksi@detikinet.com masih menerima banyak keluhan yang masuk seiring ditayangkannya tulisan ini.

Keluhan-keluhan ini mengalir dari pelanggan Indosat di berbagai wilayah Indonesia, seperti Jakarta, Yogyakarta, Samarinda, Medan. Para pelanggan ini memiliki beragam latar belakang pekerjaan, yakni PNS, pegawai swasta, programmer, pengamat pasar modal, dan lainnya.

Buruknya kualitas layanan akses internet yang mereka dapatkan dari Indosat tentu menghambat pekerjaan mereka, terutama bagi yang membutuhkan koneksi internet berkualitas prima untuk mendukung kelancaran bekerja.

Pada umumnya mereka mengaku, merasa dirugikan baik dari segi waktu, karena harus menghabiskan waktu lama akibat koneksi internet yang super lambat, serta dirugikan dari segi finansial, karena harus terus membayar tagihan, padahal tidak mendapatkan layanan akses internet secara maksimal. (rou/faw)